Pentas Seni dan Tarian Dolo-Dolo, Upaya Kelurahan Solor Rawat Warisan Leluhur

Avatar

KUPANG – Kelurahan Solor terus merawat warisan budaya leluhur dengan menggelar festival seni dan tarian Dolo-Dolo di kelurahan setempat yang berlangsung selama tiga hari, sejak Rabu (23/7/2026) hingga Jumat (24/7/2026).

Pentas Dolo-Dolo ini melibatkan lintas generasi. Ini sebagai upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya leluhur itu agar tak lekang dimakan waktu.

Tarian dolo-dolo merupakan tarian tradisional dan tarian rakyat dari suku Lamaholot, NTT. Tarian ini sebagai media pergaulan, ungkapan rasa syukur dan simbol persaudaraan.

Wali Kota Kupang, Christian Widodo melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ignasius Lega, saat membuka kegiatan itu mengatakan, suatu kota tidak hanya dibangun dengan beton, aspal dan gedung yang megah, tapi juga dibangun oleh nilai-nilai budaya dan oleh karakter masyarakatnya.

“Kota Kupang adalah rumah bersama, kita berbeda latar belakang tapi miliki tujuan yang sama yaitu menjaga kerukunan dan membangun kota ini dengan semangat persaudaraan,” jelasnya.

Menurutnya, saat tarian Dolo-Dolo ditampilkan, yang dirayakan bukan sekadar pertunjukkan seni, namun yang dirayakan adalah identitas, sejarah dan nilai-nilai diwariskan para leluhur.

“Pemerintah Kota Kupang terus memberikan dukungan untuk berkarya dan berkreasi,”ungkapnya.

Ketua Panitia Ibnu Sanda, mengatakan tarian Dolo-Dolo dari Suku Lamaholot meliputi Flores Timur, Lembata dan Alor.

“Kita melestarikan budaya agar generasi tahu warisan budaya dari leluhur,”jelasnya.

Festival ini diharapkan terus berlangsung setiap tahun agar budaya ini lestarikan oleh generasi mendatang.

Selain tarian Dolo-Dolo, juga ada atraksi Silat Kampung yang dihadirkan oleh para orang tua terdahulu di Kelurahan Solor ini. Kemudian ada penampilan musik tradisional gambus dan lainnya.

“Melalui kegiatan ini anak-anak bisa mengetahui dan belajar serta melestarikan kearifan lokal tarian kita,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Keren, Siswa MAN Flores Timur Sisihkan Uang Jajan Jutaan Rupiah bagi Korban Gempa Flores

Dalam festival ini ada hadir wisatawan dari Portugal yang ikut meramaikan. Sekira belasan orang mereka menampilkan tarian Corridinho langsung memukau para tamu undangan warga yang hadir. Suasana semakin meriah ketika warga Portugal itu ikut dalam Tarian Dolo-Dolo bersama warga yang memenuhi lapangan Ivos tersebut.