KUPANG — Dalam rangka membuka Tahun Ajaran Baru 2026/2027 sekaligus menyongsong usia ke-25 tahun, Sekolah Tinggi Pastoral (STIPAS) Keuskupan Agung Kupang menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Pergaulan Bebas dan Perilaku Mahasiswa/i di Era Digital.”
Kegiatan yang berlangsung di pelataran Kampus STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Sabtu (29/8/2026), tersebut diikuti oleh civitas akademika STIPAS Keuskupan Agung Kupang. Kuliah umum ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk merefleksikan berbagai tantangan kehidupan sosial, khususnya terkait pola pergaulan dan perilaku generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.
Hadir sebagai keynote speaker, Ketua STIPAS Keuskupan Agung Kupang, Dr. Florens Maxi Un Bria. Dalam arahannya, Dr. Florens menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kemampuan untuk menyaring berbagai informasi dan pengaruh yang muncul di ruang digital.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital memberikan banyak manfaat bagi dunia pendidikan dan kehidupan sosial mahasiswa. Namun, kemajuan tersebut juga dapat membawa berbagai tantangan apabila tidak diikuti dengan kemampuan mengendalikan diri, berpikir kritis, serta berpegang teguh pada nilai moral dan etika.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terpengaruh oleh tren maupun gaya hidup yang berkembang di media sosial. Mahasiswa diharapkan mampu menggunakan teknologi secara positif untuk mendukung proses pembelajaran, pengembangan diri, membangun relasi yang sehat, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang bertanggung jawab di tengah masyarakat.
“Mahasiswa bukan hanya dituntut untuk cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, integritas, dan kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk tantangan di era digital,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, narasumber Theodora Takalapeta, M.Psi., Psikolog, mengajak mahasiswa untuk memahami pergaulan bebas bukan hanya dari sisi perilaku yang tampak, tetapi juga dari faktor psikologis dan lingkungan yang dapat memengaruhi seseorang dalam mengambil keputusan.
Dalam pemaparannya, Theodora menjelaskan bahwa masa mahasiswa merupakan periode penting dalam pembentukan identitas dan kematangan pribadi. Pada fase ini, mahasiswa menghadapi berbagai tekanan, baik dari lingkungan pertemanan, media sosial maupun perkembangan gaya hidup.
Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kesadaran diri, kemampuan mengambil keputusan, batasan dalam pergaulan, serta keberanian untuk mengatakan tidak terhadap berbagai ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Menurut Theodora, era digital membuat mahasiswa semakin mudah berinteraksi dan mendapatkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga perlu diimbangi dengan literasi digital dan kematangan emosional agar mahasiswa tidak terjebak dalam perilaku yang berisiko.
Ia juga menekankan pentingnya membangun lingkungan pertemanan yang sehat. Dukungan dari teman, keluarga, lembaga pendidikan dan lingkungan sosial dinilai memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa menghadapi berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Kuliah umum tersebut dipandu oleh Valentinus K. Masan selaku moderator. Kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif dan reflektif dengan melibatkan civitas akademika STIPAS Keuskupan Agung Kupang.
Melalui kegiatan ini, STIPAS Keuskupan Agung Kupang diharapkan tidak hanya mempersiapkan mahasiswa dari aspek akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang matang, berkarakter, berintegritas dan mampu menggunakan teknologi digital secara bijaksana.
Kuliah umum ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyongsong 25 tahun STIPAS Keuskupan Agung Kupang, sebagai momentum untuk memperkuat komitmen lembaga dalam mendidik dan membentuk generasi muda yang mampu menjawab tantangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai moral, kemanusiaan dan iman.












