Tak Tunggu APBD, Absalom Sine Bantu LPJU dan Fasilitas Posyandu Gunakan Dana Pribadi

Avatar
RESES : Anggota DPRD Kota Kupang, Absalom Sine foto bersama masyarkat usai reses di Oesapa, Sabtu (8/8/2026).

KUPANG – Anggota DPRD Kota Kupang Absalom Sine mewujudkan harapan masyarakat Oesapa, Kota Kupang.

Anggota Fraksi NasDem itu, membantu pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di wilayah setempat menggunakan dana pribadi.

Selain itu, untuk memperlancar pelayanan di Posyandu Bogenvil 12, Absalom Sine juga membantu Kanopi, juga menggunakn dana pribadi.

Absalom pertama kali melakukan reses di RT41 RW 13 Oesapa. Di sana, ia mendapati lorong-lorong setempat masih gelap karena belum dipasang lampu jalan.

Kondisi itu sudah belangsung bertahun-tahun. Kendati sudah disampaikan warga berulang di Musrembang, namun belum ditindaklajuti.

Warga lalu menyampaikan keluhan itu kepada Absalom Sine saat reses di lingkungan setempat, akhir pekan kemarin.

Warga Yonas Almet menyampaikan, wilayah mereka sangat gelap di malam hari karena ketiadaan LPJU.

Medan wilayah setempat sangat curam dan dengan ketiadaan lampu jalan sangat membahayakan aktivitas warga pada malam hari.

Dia menyatakan, warga setempat sebagian besar pedagang, berjualan sayuran keliling dan juga berjualan di pasar.

Mereka harus berangkat subuh. Kondisi gelap sangat menyulitkan mereka.

Selain itu, pemasangan lampu jalan juga sangat perlu, agar mencegah tindakan -tindakan kriminal, seperti pencurian.

“Lorong-lorong kami di sini masih sangat gelap. Kami harap, bisa dipasang lampu jalan,” pintanya.

Kondisi yang sama juga disampaikan Yuliana Antahan. Dia menilai lingkungan mereka diabaikan karena tidak dipasang lampu jalan.

Ia kemudian membuat perbandingan dengan RT tetangga, dimana sudah dipasangi lampu jalan.

“Kenapa di wilayah kami tetap gelap, sedangkan di RT lain terang, kami ingin wilayah kami juga dipasangi lampu jalan,” tukasnya.

Minta Didata

Absalome Sine langsung meminta Ketua RT untuk mendata kebutuhan lampu jalan.

Absalom mendorong pendataan itu dipercepat agar lampu jalan segera dipasang.

BACA JUGA:  Satario Pandie Optimistis Capai Target Pimpinan DPRD Kota Kupang

“Kebutuhan lampu jalan berapa, nanti sampaikan ke saya. Akan saya bantu dengan dana pribadi saya,” katanya.

Begitupun dengan kebutuhan Posyandu Bogenvil 12 di Oesapa. Saat reses di RT 06,RW 02, kader Posyandu menyampaikan kesulitan saat melayani balita, ibu hamil dan lansia.

Jumlah balita, ibu hamil dan lansia yang begitu banyak, memaksa mereka harus membuka tenda menggunakan terpal di halaman Posyandu.

Namun karena Posyandu setempat berada di pinggir pantai, sehingga kerap tertiup angin kencang, yang menyebabkan tenda roboh.

Untuk itu, mereka berharap dipasang kanopi agar tahan angin, sehingga pelayanan menjadi lebih optimal.

“Kami melayani banyak balita, ibu hamil dan lansia, sehingga kami membuka tenda di depan, tapi tenda sering roboh karena angin kencang. Kami minta dibantu kanopi agar pelayanan menjadi lebih maksimal,” tandasnya.

Absalom menyatakan segera membangun Kanopi untuk mendukung pelayanan di Posyandu setempat.

Absalome menyatakan pelayanan di Posyandu harus didukung.

Kader posyandu memiliki peran penting dan menjadi garda terdepan dalam memastikan tumbuh kembang anak.

“Apalagi pemerintah lagi gencarnya mencegah stunting. Kader posyandu menjadi garda terdepan memastikan tumbuh kembang anak ini berjalan baik. Tugas mereka sangat penting dan wajib diperhatikan,” tukasnya.

Lebih lanjut, Absalom menjelaskan, pemerintah saat ini sedang mengalami tantangan pembangunan karena efisiensi anggaran.

Di tahun 2026, Pemerintah Pusat memangkas dana Transfer ke Daerah (TKD) untuk Pemkot Kupang sebesar Rp204 miliar.

Pemotongan TKD ini, memaksa pemerintah menyesuaikan dengan kebutuhan pembangunan.

“Sehingga pembangunan sekarang, diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar menjadi prioritas. Sehingga kalau kemudian ada aspirasi yang belum terjawab, mohoh bersabar, akan diselesaikan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah kita,” terang Absalom.

BACA JUGA:  VBL Serap Aspirasi Warga, Kelangkaan Minyak Tanah, Honor Guru hingga Infrastruktur Jalan Jadi Sorotan