KUPANG – Transaksi dan retribusi di pasar-pasar Kota Kupang bakal lebih mudah dan transparan seiring transformasi digital yang dihadirkan Pemkot Kupang melalui Perumda Pasar Kota Kupang.
Transformasi digital dalam pengelolaan pasar itu bakal segera diterapkan dan berlakukan. Langkah ini dilakukan melalui kerja sama dengan PT Mandiri Taspen untuk mendigitalisasi retribusi dan transaksi di pasar-pasar yang dikelola Perumda Pasar.
Kerja sama tersebut ditandai dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Digitalisasi Retribusi dan Transaksi Pedagang Pasar Kota Kupang, di Meeting Room Umera Kofie, Selasa (15/9/2026), pekan lalu.
Acara dihadiri Direktur Funding (Retail & Network) Bank Mandiri Taspen Rizky Olyvia Nasution dan Direktur Perumda Pasar Kota Kupang Ganda Raymond Tadjo Tallo beserta jajaran kedua institusi.
Melalui kerja sama ini, Bank Mandiri Taspen akan menyediakan layanan perbankan digital untuk mendukung pengelolaan transaksi Perumda Pasar Kota Kupang, salah satunya melalui Mantap Cash Management (MCM).
Perumda Pasar Kota Kupang juga akan memanfaatkan Virtual Account (VA) dan QRIS untuk pembayaran iuran, jasa pelayanan, serta kewajiban pembayaran lainnya dari penyewa lahan, pedagang, pelapak, dan pengguna jasa pasar.
Direktur Perumda Pasar Kota Kupang Ganda Raymond Tadjo Tallo menegaskan, kolaborasi ini merupakan jawaban atas tantangan zaman. Dengan peralihan dari sistem manual ke digital, para pelaku usaha di pasar dapat lebih mudah bertransaksi, praktis dan aman.
“Ke depan, setiap transaksi maupun pembayaran sewa kios melalui virtual akun tersebut. Jadi kalau sebelumnya, penarikan atau pembayaran sewa kios dilakukan secara konvensional, dimana pembayaran dititipkan ke petugas, sekarang tidak lagi, pembayaran langsung dilakukan pedagang ke virtual akun itu,” tandasnya
“Manajemen Perumda Pasar Kota Kupang juga diuntungkan secara masif karena proses monitoring pendapatan dan arus kas kini dapat dipantau secara real-time dan jauh lebih cepat,” sambung Ganda.
Melalui sinergi ini, kedua belah pihak optimistis dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis digital, meningkatkan daya saing pedagang lokal, sekaligus memperluas inklusi keuangan.
Direktur Funding (Retail & Network) Bank Mandiri Taspen Rizky Olyvia Nasution saat penandatangan PKS kemarin, mengatakan, digitalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemudahan transaksi bagi pedagang sekaligus mendukung tata kelola pasar yang lebih efektif dan transparan.
“Penandatanganan kerja sama ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah nyata dalam membangun ekosistem pasar yang lebih modern, transparan, mudah, dan inklusif melalui pemanfaatan layanan digital. Kami berharap pembayaran retribusi dapat dilakukan secara mudah, cepat, aman, dan tercatat sehingga memberikan manfaat bagi pemerintah daerah, pengelola pasar, dan tentunya para pedagang,” kata Rizky dalam sambutannya.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Ke depan, sambung Rizky, kerja sama tersebut berpeluang dikembangkan melalui pemanfaatan QRIS, pembukaan rekening secara online, serta layanan perbankan lainnya untuk mendukung aktivitas usaha dan meningkatkan inklusi keuangan pedagang.
Diapresiasi DPRD
Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Roy Riwu Kaho, mengapresiasi komitmen Perumda Pasar dalam melakukan transformasi digital terhadap pengelolaan pasar dan transaksi pedagang.
Menurut Roy, digitalisasi menjadi langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan pasar yang lebih modern, transparan, tertib dan akuntabel.
“Ini merupakan sebuah langkah maju dalam pengelolaan pasar di Kota Kupang. Dengan sistem digital, transaksi dapat dilakukan dengan lebih mudah, transparan dan tercatat dengan baik,” ujar Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Kupang itu.
Ia mengatakan, penerapan sistem digital juga dapat memberikan kepastian bagi pedagang dalam melakukan pembayaran berbagai kewajiban terkait aktivitas perdagangan di pasar.
Selain memberikan kemudahan bagi pedagang, menurut Roy, digitalisasi dapat membantu Perumda Pasar dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pengawasan terhadap seluruh transaksi yang berlangsung di pasar.
“Yang paling penting adalah bagaimana sistem ini benar-benar memberikan kemudahan kepada pedagang sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan retribusi maupun sewa lapak,” katanya.
Roy juga mendorong agar sistem digital yang dibangun terus dikembangkan sehingga mampu menjawab kebutuhan pedagang dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan Perumda Pasar Kota Kupang.












