KUPANG – Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Neda Lalay menegaskan hak warga miskin tidak boleh diabaikan pemerintah.
Warga miskin berhak mendapat perhatian. Pemerintah harus benar-benar memastikan hak mereka terpenuhi.
Neda Lalay menyampaikan itu saat menanggapi keluhan warga saat reses di Maulafa, kemarin.
Warga menyampaikan kesulitan mengakses bantuan sosial, terutama beasiswa bagi warga miskin dan kepesertaaan BJPS Kesehatan.
Novita Adam mengeluh warga kesulitan mengakses pelayanan kesehatan saat sakit karena tidak mampu lagi membayar BPJS Kesehatan.
Kepada Neda Lalay, ia mempertanyakan apakah pemerintah bisa membantu mengakomodir mereka masuk dalam kepesertaan Jamkesda yang ditanggung pemerintah.
Selain BJPS Kesehatan, warga juga mengeluh anak mereka tidak lagi mendapat beasiswa, kendati masuk kategori warga tidak mampu.
Chris Nenohain menyampaikan anaknya tak lagi mendapat beasiswa di tahun ini, yang sebelumnya dapat di tahun 2025 lalu. Ia telah memasukan berkas, namun tidak lolos.
Novita Adam yang juga seorang guru menuturkan, banyak siswa miskin tidak mendapat bantuan beasiswa kendati telah diajukan sekolah.
Pihak sekolah, yang paling tahu kondisi ekonomi anak, kemudian memasukan berkas persayaratan menjadi penerima bantuan namun kemudian tidak lolos jadi penerima beasiswa itu.
Neda Lalay berjanji akan mendindaklajuti hal itu. Neda Lalay mengatakan program beasiswa masih digulirkan, namun kuotanya menurun karena efisiensi anggaran.
Untuk itu, dalam penyalurannya pemerintah benar-benar mempriotaskan warga miskin yang belum mendapat bantuan beasiswa itu.
Di tahun 2026 ini, Pemerintah Kota (Pemkot) mendapat pemotongan TKD sebesar Rp204 miliar. Pengurangan transfer ke daerah ini, memaksa pemerintah menyesuaikan dengan kebutuhan pembangunan.
“Sehingga benar-benar diprioritaskan bagi warga miskin yang belum mendapatkannya. Pemerintah mempertimbangkan itu, memberikan beasiswa kepada siswa miskin yang belum mendapatkannya,” ujarnya.
Diketahui, kuota penerima beasiswa kuliah di tahun ini menurun menjadi 695 orang, sementara tahun lalu terdapat lebih dari 1.000 mahasiswa mendapatkan beasiswa dari pemkot.
Sementara terkait Jaminan Kesehatan Daerah yang ditanggung pemerintah, kata Neda, setiap warga yang tidak mampu memiliki hak untuk ditanggung BPJSnya oleh Pemkot Kupang.
“Saya berharap semua masyarakat tidak mampu di Kecamatan Maulafa mendapatkan Jamkesda, karena itu hak dan pemerintah menyiapkan anggaran cukup besar untuk jaminan kesehatan masyarakat Kota Kupang, juga untuk beasiswa, saya akan berusaha,” ujarnya.
Anggota DPRD yang mencatatkan namanya sebagai perempuan pertama peraih suara terbanyak itu, mendorong setiap warga yang tidak mampu agar beralih ke BPJS tanggungan pemerintah. Neda siap memfasilitasi masyarakat untuk mengakses BPJS yang ditanggung pemerintah itu.
“Siapkan berkasnya. Saya akan bantu fasilitasi,” tandas Ketua Fraksi NasDem DPRD Kota Kupang itu.
Beri Bukti
Di reses itu, warga juga menyampaikan terima kasih kepada Neda Lalay yang sudah menjawab kebutuhan warga setempat, terutama pembangunan jalan dan lampu jalan serta bantuan untuk kegiatan gereja.
Ketua RT06 RW 02, Angga Kaborang menyampaikan terima kasih kepada Neda Lalay karena telah membantu sirtu untuk menutup lubang jalan di pertigaan Jalan S.D Laning dan HTI Maulafa.
Jalan itu, sekarang masuk dalam rencana pengerjaan oleh PUPR Kota Kupang tahun ini. Namun pengerjaannya belum bisa terelasisasi, karena, menurut PUPR, warga setempat engggan membeirkan lahan untuk pembangunan drainase.
Untuk itu, Neda berharap dukungan semua masyarakat, agar jalan itu bisa dikerjakan di tahun ini.
Chris Nenohain yang juga Ketua Timpel HRG GMIT Gereja Bethesda Maulafa juga menyampaikan terima kasih kepada Neda atas bantuan mendukung kegiatan gereja.
Sementara terkait keluhan lampu jalan, Neda akan membantu mengatasinya dengan menyumbang lampu jalan.
“Saya siapkan lampu jalannya. Kalau ada yang rusak, silahhkan hubungi dan ambil untuk dipasang pada tiang-tiang yang sudah dipasang,” tandas Neda Lalay.
Lebih lanjut, Neda berkomitmen seluruh aspirasi warga Maulafa menjadi aspirasi Fraksi NasDem DPRD Kota Kupang.
Bagi Neda Lalay, pertemuan dengan warga Maulafa menjadi pertemuan penuh cinta, karena ia bisa berdiskusi terkait persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia mengaku membantu masyarakat merupakan tujuan utamanya berada di politik dan legislatif.
“Saya sebagai seorang ibu, sebagai ibu rumah tangga tulen, saya sering melihat banyak orang yang kesulitan, tapi dengan keterbatasan saya, saya hanya bisa bantu keluarga. Namun dengan berada di legislatif saya bisa bertemu bapa mama, membantu bapa mama, membantu lebih banyak orang,” pungkasnya.












